Rabu, 12 Februari 2014

Tugas Akhir Softskill



Sejarah Singkat & Definisi AI


A.Sejarah AI
Istilah dan pengembangan program bahasa Artificial intelligence pertama kali dimunculkan oleh John McCarty, menyusul kesuksesan Turing test pada tahun 1950. Pada tahun 1956, John McCarty menyelenggarakan lokakarya selama dua bulan yang melibatkan para peneliti bidang jaringan saraf dan sistem kecerdasan di Dartmouth University. Beberapa waktu kemudian, AI muncul sebagai sebuah disiplin baru yang tujuannya adalah untuk menciptakan sistem komputer yang bisa belajar, bereaksi, dan membuat keputusan dalam lingkungan yang berubah-ubah dan kompleks (Neiu, 2004).
Selain itu, artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer dan informasi yang berfokus pada pengembangan perangkat keras (hardware) dan lunak (software) yang dapat memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas yang jika dilakukan oleh manusia, dianggap sebagai sebuah tampilan kecerdasan (Moursund, 2006). Sementara itu, menurut Nillson (2009), definisi dari artificial intelligence adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk membuat sebuah mesin yang cerdas, dimana kecerdasan adalah kualitas yang memungkinkan suatu entitas dapat berfungsi secara tepat dan dengan pandangan terdepan di dalam lingkungannya. Selain ilmu komputer, bidang kajian AI juga meliputi studi dan pengembangan mesin-mesin seperti robot, pilot otomatis untuk pesawat dan kapal ruang angkasa, senjata militer yang pintar. Orang-orang Eropa cenderung menggunakan istilah machine intelligence (MI) daripada AI (Moursund, 2006).
Atau menurut Wikipedia, sejarah Artificial Intellegence diawali dari ini:
Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan "Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas " pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah "kecerdasan buatan " pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan "Turing test" sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.
Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.

B. AI dan Kognisi Manusia
           Secara umum AI atau Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dapat dikatakan bahwa komputer dan program  yang ada di dalamnya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. AI sendiri merupakan cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (hardware) dan program-program komputer (software) yang mampu menirukan fungsi kognisi manusia. AI yang juga  mencakup hasil dari produk komputer yang dinilai cerdas jika dihasilkan oleh manusia. Sementara itu Inteligensi merupakan  kemampuan untuk memperoleh, pemanggilan kembali atau recall,  serta menggunakan pengetahuan untuk memahami konsep-konsep yang kabur ataupun jelas dalam  hubungan antara objek dan ide, serta menerapkan pengetahuan secara tepat. Menurut Nickerson, Perkins & Smith (1985), mengatakan bahwa  beberapa kemampuan yang mempresentasikan inteligensi manusia, seperti diantaranya,  Kemampuan mengklasifikasikan pola, Kemampuan memodifikasi perilaku secara adaptif, Kemampuan berpikir secara deduktif, Kemampuan berpikir secara induktif (generalisasi), Kemampuan mengembangkan dan menggunakan model konseptual dan Kemampuan memahami atau mengerti. Jadi, AI merupakan kecerdasan yang dibuat oleh manusia dimana dianggap juga bahwa AI memiliki kecerdasan yang hampir atau bahkan sama dengan manusia.
C.    AI dan Sistem Pakar
ELIZA
ELIZA merupakan salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966). Beberapa revisi atas ELIZA telah dibuat dari konsep aslinya. Pada satu program yang spesifik, berdama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater. Respons dari komputer cenderung stereotipe, misalnya dia diprogram untuk merespons beberapa kunci kalimat dengan respons yang hanyalah merupakan transformasi dari kalimat aslinya. Seperti ketika kita mengatakan kata kunci “I’m”, ELIZA merespons dengan gaya tutur seperti “Aku turut bersedih mendengar kamu…” Jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, computer akan menjawab dengan ciri-cirinya yang tanpa isi, atau pada beberapa kasus, berakhir menjadi transformasi yang lebih awal.

PARRY
Merupakan kebalikan dari ELIZA yang mensimulasikan seorang psikiater, PARRY mensimulasikan seorang pasien yang paranoid. PARRY dibuat oleh Colby, Hilf, Weber, dan Kraemer (1972). Colby dkk mengarahkan komputer tersebut untuk melakukan tes Turing, dengan meminta sekelompok psikiater untuk mewawancarai PARRY menggunakan pesan yang disampaikan dalam bentuk ketikan. Setelah itu para juri (psikiater) diminta untuk mengukur kadar paranoia dari keseluruhan respons.

NETtalk
Program ini dikembangkan oleh Sejnowski yang jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jarring-jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fenom-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Model simulasi jaring neuron terdiri atas beberapa ratus unit (“neuron”) dan ribuan koneksi. Sistem ini memiliki 3 lapisan: lapisan input, lapisan output, dan sebuah lapisan unit tersembunyi, di mana setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap unit input maupun output. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual.

D. Penggunaan AI sebagai expert system yang dapat digunakan untuk mendukung system pengambilan keputusan (Diagnosa).
Bagaimana kita dapat mengetahui dan memahami peran kontribusi AI dalam Psikologi
Sistem yang berkinerja seperti seorang ahli disebut dengan sistem pakar. Pada dasarnya sebuah sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk memecahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerdinamik, catur dan dalam hal rutin yang sangat banyak yang biasanya membosankan kita atau bahkan kasus yang sulit dipecahkan manusia. Sistem ini mengikuti aturan-aturan yang telah ada, yang sering kali menggunakan pohon keputusan tetapi bagaimanapun sistem ini hanya bisa ‘memikirkan’ satu hal saja.
Dasar untuk aplikasi-aplikasi AI pada umumnya adalah penyelesaian masalah (Problem Solving). Dua tipe dari masalah:
a.    tipe pertama dapat diselesaikan dengan menggunakan beberapa tipe prosedur deterministik, yaitu menjamin keberhasilan dan disebut: Computation
b.    tipe kedua terdiri dari masalah-masalah yang diselesaikan oleh pencarian(searching) untuk penyelesaian.
Dalam bidang kedokteran, ada sebuah sistem yang disebut sebagai Puff, yang dirancang untuk mendiagnosa kelainan pari-paru dan berhasil mencapai keakuratan sebesar 89% (mendekati keakuratan seorang dokter ahli yang berpengalaman).

Sumber :
Solso, R. L., Maclin, O. H., & Maclin, M. K. (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar