Sejarah Singkat & Definisi AI
A.Sejarah AI
Istilah dan pengembangan program bahasa Artificial
intelligence pertama kali dimunculkan oleh John McCarty, menyusul kesuksesan
Turing test pada tahun 1950. Pada tahun 1956, John McCarty menyelenggarakan
lokakarya selama dua bulan yang melibatkan para peneliti bidang jaringan saraf
dan sistem kecerdasan di Dartmouth University. Beberapa waktu kemudian, AI
muncul sebagai sebuah disiplin baru yang tujuannya adalah untuk menciptakan
sistem komputer yang bisa belajar, bereaksi, dan membuat keputusan dalam
lingkungan yang berubah-ubah dan kompleks (Neiu, 2004).
Selain itu, artificial intelligence merupakan bagian dari
ilmu komputer dan informasi yang berfokus pada pengembangan perangkat keras (hardware)
dan lunak (software) yang dapat memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas yang
jika dilakukan oleh manusia, dianggap sebagai sebuah tampilan kecerdasan
(Moursund, 2006). Sementara itu, menurut Nillson (2009), definisi dari
artificial intelligence adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk membuat
sebuah mesin yang cerdas, dimana kecerdasan adalah kualitas yang memungkinkan
suatu entitas dapat berfungsi secara tepat dan dengan pandangan terdepan di
dalam lingkungannya. Selain ilmu komputer, bidang kajian AI juga meliputi studi
dan pengembangan mesin-mesin seperti robot, pilot otomatis untuk pesawat dan
kapal ruang angkasa, senjata militer yang pintar. Orang-orang Eropa cenderung
menggunakan istilah machine intelligence (MI) daripada AI (Moursund, 2006).
Atau menurut Wikipedia, sejarah Artificial Intellegence
diawali dari ini:
Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh
hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal
menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19,
Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang
dapat diprogram.
Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan
Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter
Pitts menerbitkan "Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas
" pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program
AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark
I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang
ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh
Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah "kecerdasan buatan "
pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956.
Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan
"Turing test" sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test
perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang
menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses
mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah
di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali
dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan
Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain
Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe
mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi
pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala
disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan
terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara
mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas
dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John
Werbos pada 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang
AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah
komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan
6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang
disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk
pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950
pada pemerintah AS.
Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut
hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan
dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer
dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang
menantang.
B. AI dan Kognisi Manusia
Secara umum AI atau Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dapat
dikatakan bahwa komputer dan program yang ada di dalamnya sudah menjadi
bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. AI sendiri merupakan cabang
ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (hardware)
dan program-program komputer (software) yang mampu menirukan fungsi
kognisi manusia. AI yang juga mencakup hasil dari produk komputer yang
dinilai cerdas jika dihasilkan oleh manusia. Sementara itu Inteligensi
merupakan kemampuan untuk memperoleh, pemanggilan kembali atau recall,
serta menggunakan pengetahuan untuk memahami konsep-konsep yang kabur ataupun
jelas dalam hubungan antara objek dan ide, serta menerapkan pengetahuan
secara tepat. Menurut Nickerson, Perkins & Smith (1985), mengatakan
bahwa beberapa kemampuan yang mempresentasikan inteligensi manusia,
seperti diantaranya, Kemampuan mengklasifikasikan pola, Kemampuan
memodifikasi perilaku secara adaptif, Kemampuan berpikir secara deduktif,
Kemampuan berpikir secara induktif (generalisasi), Kemampuan mengembangkan dan menggunakan
model konseptual dan Kemampuan memahami atau mengerti. Jadi, AI merupakan
kecerdasan yang dibuat oleh manusia dimana dianggap juga bahwa AI memiliki
kecerdasan yang hampir atau bahkan sama dengan manusia.
C. AI
dan Sistem Pakar
ELIZA
ELIZA merupakan salah satu program
komputer pertama yang mampu berkomunikasi yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum
(1966). Beberapa revisi atas ELIZA telah dibuat dari konsep aslinya. Pada satu
program yang spesifik, berdama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang
psikiater. Respons dari komputer cenderung stereotipe, misalnya dia diprogram
untuk merespons beberapa kunci kalimat dengan respons yang hanyalah merupakan
transformasi dari kalimat aslinya. Seperti ketika kita mengatakan kata kunci
“I’m”, ELIZA merespons dengan gaya tutur seperti “Aku turut bersedih mendengar
kamu…” Jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, computer akan menjawab dengan
ciri-cirinya yang tanpa isi, atau pada beberapa kasus, berakhir menjadi
transformasi yang lebih awal.
PARRY
Merupakan kebalikan dari ELIZA yang
mensimulasikan seorang psikiater, PARRY mensimulasikan seorang pasien yang
paranoid. PARRY dibuat oleh Colby, Hilf, Weber, dan Kraemer (1972). Colby dkk
mengarahkan komputer tersebut untuk melakukan tes Turing, dengan meminta
sekelompok psikiater untuk mewawancarai PARRY menggunakan pesan yang
disampaikan dalam bentuk ketikan. Setelah itu para juri (psikiater) diminta
untuk mengukur kadar paranoia dari keseluruhan respons.
NETtalk
Program ini dikembangkan oleh
Sejnowski yang jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jarring-jaring neuron,
sehingga dinamakan NETtalk. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan
mengucapkannya keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi
fenom-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Model simulasi jaring neuron
terdiri atas beberapa ratus unit (“neuron”) dan ribuan koneksi. Sistem ini
memiliki 3 lapisan: lapisan input, lapisan output, dan sebuah lapisan unit
tersembunyi, di mana setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap unit input
maupun output. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi
satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah
informasi yang kontekstual.
D. Penggunaan
AI sebagai expert system yang dapat digunakan untuk mendukung system
pengambilan keputusan (Diagnosa).
Bagaimana kita dapat mengetahui dan
memahami peran kontribusi AI dalam Psikologi
Sistem yang berkinerja seperti seorang ahli disebut dengan sistem pakar.
Pada dasarnya sebuah sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan
masalah yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk
memecahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerdinamik, catur dan dalam
hal rutin yang sangat banyak yang biasanya membosankan kita atau bahkan kasus
yang sulit dipecahkan manusia. Sistem ini mengikuti aturan-aturan yang telah
ada, yang sering kali menggunakan pohon keputusan tetapi bagaimanapun sistem
ini hanya bisa ‘memikirkan’ satu hal saja.
Dasar untuk aplikasi-aplikasi AI
pada umumnya adalah penyelesaian masalah (Problem Solving). Dua tipe
dari masalah:
a. tipe pertama dapat diselesaikan dengan menggunakan beberapa
tipe prosedur deterministik, yaitu menjamin keberhasilan dan disebut: Computation
b. tipe kedua terdiri dari masalah-masalah yang diselesaikan
oleh pencarian(searching) untuk penyelesaian.
Dalam bidang kedokteran, ada sebuah sistem yang disebut sebagai Puff,
yang dirancang untuk mendiagnosa kelainan pari-paru dan berhasil mencapai
keakuratan sebesar 89% (mendekati keakuratan seorang dokter ahli yang
berpengalaman).
Sumber :
Solso,
R. L., Maclin, O. H., & Maclin, M. K. (2008). Psikologi Kognitif.
Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar